muhammadiyahbabat.com – Kawasan Petro Babat kembali dipadati masyarakat pada gelaran Minggu Ceria atau yang akrab disebut Mincer. Kegiatan yang berlangsung setiap hari Minggu ini menghadirkan suasana mirip Car Free Day (CFD), lengkap dengan deretan pelaku UMKM, pengunjung yang berolahraga, hingga warga yang sekadar menikmati kuliner pagi. Mincer kini telah menjadi agenda rutin mingguan yang selalu ditunggu-tunggu warga Babat dan sekitarnya.
Lokasi Petro Babat yang strategis membuat kawasan ini berkembang menjadi pusat aktivitas masyarakat pada akhir pekan. Selain sebagai ruang publik untuk beraktivitas fisik, area ini juga menjadi ruang tumbuhnya UMKM warga. Setiap Minggu, puluhan pedagang dari berbagai desa memadati area tersebut, mulai dari pedagang makanan tradisional, minuman kekinian, jajanan anak, hingga produk kerajinan lokal.
Pengelolaan kegiatan Mincer tidak terlepas dari peran aktif para pemuda. Dua karang taruna, yakni Karang Taruna Desa Terpan dan Karang Taruna Desa Plaosan, menjadi penggerak utama dalam mengatur kelancaran kegiatan. Mulai dari penataan stand, keamanan, hingga kebersihan area, semuanya dilakukan secara mandiri oleh kepemudaan setempat. Kolaborasi ini dinilai berhasil membawa suasana lebih tertib, hidup, dan nyaman bagi pengunjung.

Di tengah ramainya aktivitas, terdapat salah satu stand UMKM milik warga Muhammadiyah, yakni milik Ibu Nuriyati. Lokasinya berada di dekat pintu masuk Petro atau jalan menuju Desa Terpan, sehingga mudah ditemukan pengunjung. Nuriyati merupakan salah satu walimurid SD Muhammadiyah 2 Babat sekaligus Kepala PAUD ‘Aisyiyah 1 Babat. Ia mengaku telah membuka stand sejak bulan September dan mendapatkan sambutan yang sangat baik dari masyarakat.
Menurutnya, pengunjung Mincer tidak hanya berasal dari Kecamatan Babat, tetapi juga dari kecamatan lain seperti Pucuk dan Widang. Begitu pula dengan para pedagang, banyak berasal dari luar Desa Terpan dan Plaosan, mengingat lokasi Petro yang berbatasan langsung dengan berbagai desa sekitar. “Alhamdulillah, pengunjung stand saya selalu ramai. Banyak pelanggan dari berbagai kalangan, termasuk Ketua PCM Babat beserta keluarga, Direktur RSUM Babat dengan keluarganya, Bapak Kapolsek Babat, dan para walimurid PAUD ‘Aisyiyah 1 Babat,” ujar Kak Nuri sapaan akrabnya.
Antusiasme masyarakat terhadap Mincer Petro Babat menunjukkan bahwa kegiatan berbasis komunitas ini memiliki peran penting dalam pemberdayaan ekonomi lokal. Selain menjadi ruang rekreasi, Mincer juga membuka peluang bagi UMKM untuk tumbuh serta memperkuat interaksi sosial antarmasyarakat. Dengan dukungan karang taruna dan partisipasi warga, Mincer Petro Babat diharapkan terus menjadi ikon kegiatan akhir pekan yang membawa manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.
Penulis : M. Alim Akbar
Editor : FA


Komentar