muhammadiyahbabat.com – Festival Gebyar Gunungan Wingko Babat yang digelar di Lapangan Sawonggaling, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Ahad(30/11/2025), berlangsung semarak dengan partisipasi berbagai lembaga, UMKM, dan komunitas masyarakat. Salah satu yang turut memeriahkan kegiatan ini adalah SMK Muhammadiyah 5 Babat (Muhlibat) yang membuka stan khusus dengan menghadirkan layanan cek kesehatan gratis serta memamerkan hasil produk jamu yang merupakan praktik langsung dari materi farmakognosi.
Tampilkan Keunggulan Sekolah Lewat Produk Jamu
Keikutsertaan SMK Muhlibat bukan sekadar partisipasi, tetapi menjadi ajang memperkenalkan kompetensi unggulan sekolah, khususnya pada program keahlian yang berkaitan dengan kesehatan dan pengolahan bahan alami. Hal ini disampaikan oleh salah satu guru PJOK Muhlibat, M. Khoirul Anam, yang turut mendampingi siswa selama kegiatan berlangsung.
“Ini salah satu upaya kita dalam memamerkan keunggulan sekolah dan produk-produk yang dihasilkan oleh Muhlibat serta sebagai ajang promosi SMK Muhammadiyah 5 Babat kepada masyarakat luas,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa masyarakat Babat perlu mengetahui bahwa sekolah memiliki potensi besar dalam mengembangkan produk jamu modern yang tetap mempertahankan bahan alami sebagai identitasnya.
Sebagian pengunjung mengaku tertarik dengan stan Muhlibat karena layanan cek kesehatan diberikan secara gratis dan bisa diakses oleh semua kalangan, sehingga stan tersebut dikerumuni oleh warga yang ingin mengetahui kondisi kesehatan mereka. Layanan ini menjadi bentuk nyata kontribusi sekolah dalam memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.
Siswa Muhlibat Serahkan Produk Jamu kepada Bupati Lamongan
Momen istimewa terjadi ketika dua siswa Muhlibat, Edgar Farold Al-Althaf (kelas 11 FKK) dan Charisma Dwi Salma (kelas 11 LPKC), berkesempatan menyerahkan produk jamu hasil karya mereka kepada Bupati Lamongan Dr. H. Yuhronur Efendi, M.B.A., M.Ek., yang hadir bersama Wakil Bupati Dirham Akbar Aksara S.T., B.Eng, M.Sc. Penyerahan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi pihak sekolah karena produk siswa dapat dihargai langsung oleh pimpinan daerah.
Charisma Dwi Salma mengungkapkan perasaannya setelah penyerahan produk jamu tersebut. “Ini adalah momen pertama saya memberikan produk jamu kepada Pak Yes, sapaan akrab Bupati Lamongan. Awalnya saya merasa sangat cemas, tetapi alhamdulillah produk jamu kami diterima dengan baik oleh beliau,” tuturnya dengan penuh syukur.
Momen ini tidak hanya memberikan pengalaman berharga bagi siswa, tetapi juga meningkatkan rasa percaya diri karena karya mereka diapresiasi oleh pejabat daerah. Selain itu, kegiatan ini menjadi bukti bahwa kompetensi siswa SMK mampu tampil di ruang publik dan berkontribusi dalam acara berskala kabupaten.
Promosi Pendidikan Sekaligus Pelestarian Tradisi
Kehadiran stan Muhlibat menjadi pelengkap kemeriahan Festival Gebyar Gunungan Wingko yang mengusung tema pelestarian kuliner khas Babat. Kolaborasi antara tradisi dan pendidikan modern terlihat jelas melalui keterlibatan siswa yang mengolah jamu berbahan alam dan mempresentasikannya kepada pengunjung.
Partisipasi ini membuktikan bahwa sekolah tidak hanya berfokus pada pembelajaran kelas, tetapi juga menyiapkan siswa untuk menghadapi dunia nyata melalui penerapan keahlian yang relevan dan bermanfaat bagi masyarakat.
Penulis: M. Alim Akbar
Editor: FA


Komentar