muhammadiyahbabat.com – SMP Muhammadiyah 1 Babat menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pencegahan Radikalisme dan Terorisme pada Rabu (10/12/2025) di Aula Masjid Taqwa Babat. Kegiatan ini mengusung tema “Peran Pelajar Sebagai Agen Perdamaian dalam Mewujudkan Generasi Emas”. Acara ini diikuti oleh seluruh siswa dan berlangsung dengan antusias. Sebagian materi yang disampaikan juga dibuat lebih aplikatif agar mudah dipahami pelajar usia remaja yang rentan terpengaruh informasi digital.
Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada para pelajar mengenai bahaya radikalisme, terorisme, dan perundungan. Informasi tersebut dianggap sangat penting karena generasi remaja saat ini hidup dalam era akses digital yang sangat terbuka, sehingga setiap anak harus mampu menyaring informasi sebelum mempercayai atau membagikannya.
Akses Digital Harus Disikapi Bijak
Dalam sambutannya, Kepala Sekolah M. Sande Ariawan menekankan pentingnya pendampingan orang dewasa dalam penggunaan teknologi. Ia menyampaikan bahwa saat ini berbagai informasi dapat diakses dengan sangat mudah oleh generasi muda. Jika tidak diarahkan dengan benar, arus informasi tersebut dapat merusak pola pikir siswa yang masih dalam tahap pencarian jati diri dan terkena dampak negatif dari dunia digital tanpa penyaringan yang tepat. Sande Ariawan juga mengajak seluruh siswa menjaga nama baik sekolah dengan kreativitas dan prestasi.
Sebagian siswa tampak mencatat poin penting yang disampaikan oleh kepala sekolah, dan mereka diarahkan agar lebih bijak saat menggunakan gawai dalam kehidupan sehari-hari.
Bakesbangpol: Remaja Harus Saling Mengingatkan
Materi berikutnya disampaikan oleh Bapak Sapari, S.Sos., M.M., Kabid Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Bakesbangpol Lamongan. Ia menjelaskan bahwa pelajar adalah kelompok yang sangat rentan terpengaruh oleh informasi yang tidak benar. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa dunia digital saat ini menawarkan banyak kemudahan, tetapi juga membawa risiko yang harus diwaspadai secara bersama.
Sapari berpesan kepada seluruh siswa agar selalu saling mengingatkan jika menemukan hal-hal mencurigakan di lingkungan sekolah maupun di rumah. Menurutnya, sikap saling peduli menjadi benteng kuat dalam mencegah berkembangnya paham yang salah dan merusak.

Densus 88: Jangan Ragu Berinteraksi dan Berbagi Informasi
Pada kesempatan yang sama, Brigadir Bayu Triono dari Densus 88 AT Wilayah Lamongan memberikan pemahaman mendalam tentang kerentanan pelajar terhadap paham radikal. Ia mencontohkan bahwa siswa yang sering menyendiri atau terlalu fokus pada aktivitas tertentu, terutama penggunaan gawai, lebih mudah terpengaruh oleh ajakan atau konten negatif.
Bayu mengajak para siswa untuk memperhatikan teman-temannya, mengajak berinteraksi, serta membangun pergaulan yang positif. Ia juga menegaskan bahwa informasi sekecil apa pun sangat berarti dalam mencegah tindakan radikal maupun perundungan yang dapat bermuara pada tindakan terorisme. Sebagian siswa tampak mengangguk saat mendengar penjelasan tersebut dan merasa lebih memahami risiko yang mungkin mereka hadapi.
Diknas Lamongan Dorong Pelajar Mewujudkan Generasi Emas
Pendampingan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan turut diberikan oleh Bapak Hariyono. Ia memotivasi siswa agar terus berprestasi dan mempersiapkan diri menjadi generasi emas Indonesia. Ia menegaskan bahwa dalam 20 hingga 30 tahun mendatang, para pelajarlah yang akan memegang estafet kepemimpinan bangsa. Oleh karena itu, ia mengajak siswa untuk mengembangkan potensinya sejak dini.
Kegiatan sosialisasi ini diakhiri dengan sesi tanya jawab yang berlangsung aktif. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya siswa yang bertanya mengenai cara mencegah perundungan dan strategi menghadapi pengaruh negatif media sosial.
Penulis: Adi Tris Susanto
Editor: M. Alim Akbar


Komentar