muhammadiyahbabat.com – Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Lamongan menggelar Pelatihan Table Manner dan Bekam di Universitas Muhammadiyah Lamongan (Umla), Sabtu (7/12/2025). Kegiatan ini mengusung tema “Menyiapkan Kader Siap Kerja dalam Rangka Memajukan Kesejahteraan Bangsa.” Pelatihan tersebut dirancang untuk membekali kader muda dengan keterampilan yang relevan dalam dunia profesional serta mendukung peningkatan kepercayaan diri ketika tampil di ruang publik.
Pemahaman Table Manner untuk Profesionalitas Kader
Pelatihan menghadirkan narasumber Nofa Wiwit Neriska, A.Md., Keb., Duta Genre Lamongan 2021, Yuk Favorit Lamongan 2022, sekaligus model, influencer, content creator, dan profesional yang berkecimpung di bidang perbankan. Kehadirannya disambut antusias oleh peserta yang berharap dapat mempelajari etika berinteraksi saat jamuan resmi.
Dalam sambutan awalnya, Nofa menyampaikan apresiasi terhadap peserta.
“Semoga ilmu yang kami sampaikan dapat bermanfaat. Antusias seluruh peserta benar-benar luar biasa,” ungkapnya.
Dalam pemaparannya, Nofa menjelaskan bahwa table manner adalah tata cara dan etika makan, mulai dari penggunaan peralatan makan, posisi tubuh, hingga cara berkomunikasi di meja. Ia menegaskan bahwa penguasaan table manner bukan sekadar aturan sopan santun, tetapi merupakan keterampilan sosial yang menunjukkan profesionalitas serta pembentukan karakter seseorang.
Bagi kader NA, kemampuan ini dianggap penting karena mereka sering mewakili organisasi dalam kegiatan formal. Dengan kemampuan table manner yang baik, mereka dapat tampil lebih percaya diri, berwibawa, dan siap memasuki dunia kerja yang membutuhkan etika pergaulan yang baik. Pada beberapa sesi, peserta diperlihatkan simulasi jamuan makan yang dipraktikkan secara langsung, sehingga materi menjadi lebih mudah dipahami.

Praktik Bekam sebagai Keterampilan Kesehatan dan Kemandirian Ekonomi
Selain materi table manner, pelatihan juga menghadirkan Elis Nur Aini, A.Md., Keb., seorang bidan, praktisi bekam, dan Ketua Departemen Kesehatan Lingkungan (Kesling) PDNA Lamongan. Elis membawakan materi tentang bekam sebagai salah satu keterampilan yang dapat menjadi peluang kemandirian ekonomi sekaligus layanan kesehatan alternatif yang banyak diminati masyarakat.
Elis menjelaskan bahwa bekam adalah proses pengeluaran darah yang mengandung toksin atau racun dari tubuh. Dalam tradisi pengobatan Islam, bekam termasuk sunnah Nabi yang diyakini mampu memberikan banyak manfaat kesehatan.
“Bekam ini insyaAllah dapat menjadi ikhtiar penyembuhan berbagai penyakit,” tuturnya.
Dalam pelatihan tersebut dijelaskan pula bahwa penguasaan keterampilan bekam dapat memberikan nilai tambah bagi kader NA untuk memberdayakan lingkungan sekitar. Hal ini sejalan dengan misi PDNA Lamongan dalam mencetak kader yang terampil, berdaya guna, dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
Antusias Peserta dan Harapan Keberlanjutan Program
Sepanjang kegiatan, peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi. Beberapa peserta mengaku bahwa pelatihan semacam ini sangat dibutuhkan karena memberikan pemahaman praktis yang bisa diterapkan dalam kehidupan nyata maupun dunia kerja. Mereka berharap agar kegiatan serupa dilaksanakan secara berkala sehingga kader dapat terus meningkatkan kapasitas diri.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa PDNA Lamongan berkomitmen menghadirkan program-program yang relevan dengan kebutuhan generasi muda, baik dalam aspek profesionalitas maupun kesehatan masyarakat.
Penulis: Vebriyanti Pratiwi
Editor: M. Alim Akbar


Komentar