Kabar
Beranda » Berita » PRM Bedahan Berduka, Tokoh Muhammadiyah dan Donatur Tetap AUM Pendidikan Berpulang

PRM Bedahan Berduka, Tokoh Muhammadiyah dan Donatur Tetap AUM Pendidikan Berpulang

Almarhum H. Muslich Madjid bersama istrinya

muhammadiyahbabat.com – Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Bedahan diliputi suasana duka mendalam setelah kabar wafatnya salah satu tokoh penting Muhammadiyah Bedahan yang juga Donatur Tetap (DT) AUM Pendidikan SD Muhammadiyah 2 Babat dan PAUD ‘Aisyiyah Bedahan. Kabar duka tersebut diterima pada Jumat (28/11/2025).

Sosok yang wafat adalah H. Muslich Madjid, seorang dermawan yang selama ini dikenal sangat peduli terhadap keberlangsungan pendidikan dan kegiatan keumatan. Ia merupakan pribadi dengan kulit bersih, selalu menjaga wudhu, serta dikenal ramah karena senyum yang tak pernah absen ia berikan kepada siapa pun yang ditemuinya. Banyak warga menilai bahwa keramahan itu menjadi ciri khas yang membuatnya mudah diterima masyarakat.

Sebagai Donatur Tetap, Muslich Madjid telah memberi kontribusi besar pada SD Muhammadiyah 2 Babat yang berada di Desa Bedahan. Kepergiannya menimbulkan rasa kehilangan yang mendalam, tidak hanya bagi keluarga besar SD Muhammadiyah 2 Babat, tetapi juga bagi siapa pun yang pernah merasakan manfaat dari kebaikan dan perhatiannya terhadap kemajuan pendidikan.

“Sejak berdirinya sekolah, beliau sudah menjadi donatur tetap SD Muhammadiyah 2 Babat,” tutur Yoni, Bendahara PRM Bedahan.

Keteladanan dalam Kesederhanaan dan Ketaatan Beribadah

Dalam kehidupannya, Muslich Madjid dikenal sebagai pengusaha mabel yang menjalankan aktivitasnya dengan penuh semangat. Meskipun sibuk mengelola usaha, ia tetap meluangkan waktu untuk mengajarkan nilai kemandirian kepada anak-anaknya. Ia menginginkan mereka tumbuh tanpa bergantung pada kesuksesan orang tuanya, sehingga prinsip hidup sederhana, disiplin, dan tegas ia terapkan di lingkungan keluarga sebagai pedoman yang harus dijunjung tinggi.

Refleksi 25 Tahun Kebangkitan Hizbul Wathan Menggema di Babat

Istri tercintanya, Lailin Niskhiyah, selalu setia mendampingi setiap langkah hidupnya, terlebih saat memasuki usia senja. Keduanya dikenal selalu bersama dalam berbagai kegiatan, menghadiri pengajian, atau sekadar berjalan bersama di lingkungan desa, seolah tidak ingin berpisah satu sama lain.

Walaupun usianya terus bertambah, Muslich tetap terlihat sehat dan bersemangat. Ia bahkan masih aktif menjadi imam dan memberikan tausiah kepada warga Muhammadiyah, khususnya di Desa Bedahan. Kebiasaan ibadahnya menjadi teladan bagi banyak orang.

“Semasa hidupnya, beliau rutin puasa sunnah Senin-Kamis. Selain menjadi imam masjid, beliau rajin salat tahajud, salat dhuha, dan setelah salat beliau istiqamah mengaji hingga mampu khatam 30 juz dalam waktu lima hari, paling lama satu minggu. Beliau sangat dermawan, dulu saat sehat, beliau selalu rutin mengikuti JUMPA (Jumat Pagi) di Masjid At-Taqwa dan pengajian Jumat Kliwon serta Wage,” ujar Dian, menantunya.

Penulis: M. Alim Akbar
Editor: FA

Fun Learning Batch 2 SD Muhammadiyah 1 Babat, Belajar Ceria Pererat Sinergi PAUD

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *