muhammadiyahbabat.com – PRM Moropelang Cabang Babat terus menguatkan pembinaan terhadap jamaah sebagai bagian dari misi dakwah Persyarikatan Muhammadiyah untuk mewujudkan kehidupan bermasyarakat yang islami, berkemajuan, serta berlandaskan amar ma’ruf nahi munkar. Pembinaan tersebut dilakukan secara berkelanjutan agar nilai-nilai Islam tidak hanya dipahami secara teori, tetapi juga diamalkan dalam kehidupan keluarga dan sosial jamaah.
Upaya pembinaan ini dikemas dalam kegiatan Kajian Keluarga Sakinah yang dilaksanakan secara rutin setiap bulan. Kajian tersebut diikuti oleh seluruh jamaah Muhammadiyah Desa Moropelang dan kembali digelar pada Kamis (25/12/2025). Pada kesempatan kali ini, kegiatan dilaksanakan di Musholla Al Mutaqorrobin yang berada di lingkungan Desa Moropelang.
Kajian Rutin sebagai Media Penguatan Jamaah
Kajian keluarga Sakinah kali ini bertempat di Musholla Al Mutaqorrobin yang diasuh Abah Anwar. Kegiatan kajian tersebut telah disiapkan dengan sederhana namun sarat makna, sehingga jamaah dapat mengikuti materi dengan suasana yang nyaman dan penuh kekeluargaan. Kehadiran jamaah dari berbagai kalangan menunjukkan bahwa kegiatan ini mendapat sambutan yang baik dan telah menjadi kebutuhan spiritual bersama.
Menurut Ustadz Abah Anwar, kegiatan Kajian Keluarga Sakinah sangat penting dalam upaya membina jamaah agar memiliki kualitas keimanan dan akhlak yang baik. Ia menyampaikan bahwa jamaah yang berkualitas akan lahir dari keluarga yang berkualitas pula. Oleh karena itu, kajian seperti ini selalu dinantikan dan Musholla Al Mutaqorrobin siap untuk terus menjadi tuan rumah kegiatan pembinaan jamaah. Hal tersebut disampaikan dengan penuh keikhlasan oleh pria yang putrinya mengajar di Ma’had Tahfidzul Qur’an Kuala Lumpur, Malaysia.

Pesan Hikmah dari Ulama Senior Muhammadiyah
Dalam kajian kali ini, materi utama disampaikan oleh Kyai H. Abdul Hamid Muhanan, Lc. Ulama senior Muhammadiyah yang telah berusia 72 tahun tersebut menyampaikan pesan-pesan sederhana namun mendalam tentang makna kebaikan dalam kehidupan. Ia menegaskan bahwa orang yang baik memiliki ciri hati yang baik dan perilaku yang baik pula.
“Wong apik tandane atine apik, kalau sudah apik hatinya, maka akan baik perilakunya. Dadi ora sido rasan rasa,” ungkap beliau, yang disambut dengan kelakar dan antusias jamaah. Pesan tersebut disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami sehingga materi kajian dapat diterima oleh seluruh jamaah. Dalam kegiatan ini, nilai-nilai akhlak mulia terus ditekankan agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Tradisi Pembinaan yang Terus Dijaga
Sementara itu, Pimpinan Ranting Muhammadiyah Moropelang, Ustadz Muhamad Abduh atau yang akrab disapa Cak Duh, menyampaikan bahwa Kajian Keluarga Sakinah telah berlangsung lebih dari 20 tahun. Kegiatan ini telah menghadirkan banyak narasumber dari kalangan ulama Muhammadiyah senior, seperti almarhum Kyai Haji Choirul Huda, Kyai Haji Mukhlid Sulaiman, Kyai Abdul Fattah, serta sejumlah tokoh lainnya.
Tradisi pembinaan jamaah tersebut terus dipertahankan karena dinilai sangat efektif dalam menjaga semangat bermuhammadiyah di tengah masyarakat. Kajian ini juga menjadi sarana penguatan perkaderan dan pembinaan generasi Muhammadiyah agar tetap istiqamah dalam dakwah. Dengan pembinaan yang konsisten, diharapkan jamaah Moropelang semakin kokoh dalam berorganisasi dan beramal.
Kegiatan Kajian Keluarga Sakinah ini diharapkan dapat terus dilaksanakan dan dikembangkan, sehingga pembinaan jamaah Muhammadiyah di Desa Moropelang semakin terarah dan berkelanjutan.
Penulis: M. Najib
Editor: M. Alim Akbar


Komentar