muhammadiyahbabat.com – Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Perum BPWIR Pucakwangi resmi berdiri setelah dikukuhkan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Babat, Selasa (20/1/2026). Pengukuhan berlangsung di Masjid Abdurrahman bin Auf dan menjadi momentum penting penguatan akwah Muhammadiyah di kawasan perumahan tersebut.
Selain pengukuhan PRM, PCM Babat juga menyerahkan Surat Keputusan (SK) Kepala Sekolah MIM 06 Tritunggal kepada Mubarok MZ. Dengan penyerahan SK tersebut, Mubarok resmi menjabat sebagai Kepala Sekolah MIM 06 Tritunggal setelah melalui dinamika yang berliku.
Acara ini dihadiri jajaran PCM Babat, Unit Pembantu Pimpinan (UPP) PCM Babat yang meliputi Majelis Dikdasmen, LPCR, dan MPID, Ketua dan Sekretaris Organisasi Otonom (Ortom) tingkat Cabang, Ketua dan Sekretaris PRM se-Cabang Babat, serta para pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) PCM Babat.
Dalam struktur kepengurusan PRM Perum BPWIR Pucakwangi, Ardzy Panggayuh Indarto ditetapkan sebagai Ketua. Ia didampingi oleh anggota yang terdiri dari Triyadi Sudewo, Zamroni Masjid Zunaedi, Imam Ghozali, Baktian Oktianto, Ahmad Zaini, Mahmudi, Mahmud Yunus, Indra Wijaya, Nusron Taufiq, dan Muhammad Mabrur.
Dalam sambutan perdananya, Ardzy yang juga merupakan anggota Majelis Dikdasmen PCM Babat menyampaikan komitmennya untuk menghidupkan Muhammadiyah di lingkungan Perum BPWIR. Ia menegaskan bahwa kepemimpinannya berangkat dari semangat pengabdian dan kolaborasi.
“Saya bukan ustadz dan bukan mubaligh, juga bukan yang terbaik di antara yang terpilih. Namun saya ingin Muhammadiyah hidup dan bergerak di Perum BPWIR. Untuk itu kami mohon dukungan dari semua pihak,” ujarnya.
Ia menambahkan, program prioritas PRM Perum BPWIR ke depan adalah memakmurkan masjid sebagai pusat kegiatan dakwah dan sosial kemasyarakatan.
Sementara itu, Ketua PCM Babat, H. Ahmad Arif Rahman Saidi dalam sambutannya mengulas sejarah awal BPWIR yang bermula dari pembebasan lahan untuk relokasi RS Muhammadiyah Babat yang kemudian menjadi perumahan Muhammadiyah dan mengantarkan PCM Babat menjadi juara 1 LPCR Awards pada 2017. Menurutnya, Perum BPWIR memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai ranting Muhammadiyah yang unggul.
Ia menekankan beberapa kunci keberhasilan PRM, di antaranya kesungguhan pimpinan, kekompakan internal, dukungan masyarakat, serta sinergi antara senior dan junior. Selain itu, kaderisasi menjadi hal mutlak yang harus dipersiapkan sejak dini
“Semangat, ulet, pantang menyerah, dan jangan berhenti belajar. Semua kegiatan sebaiknya dipusatkan di masjid agar masjid semakin makmur dan menjadi pusat pergerakan,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, ia juga berpesan kepada Kepala Sekolah MIM 06 Tritunggal dan PRM Tritunggal untuk berani melakukan terobosan baru. Menurutnya, kreativitas menjadi kunci utama dalam mengembangkan sekolah dan menjawab tantangan masyarakat.
“Potensi masyarakat itu ada. Dana bukan penghalang jika kita kreatif, karena dari kreativitas akan lahir banyak terobosan,” tambahnya.
Rangkaian acara ditutup dengan kajian motivasi bertema “Pemimpin yang Etis” yang disampaikan Ketua LPCR PM PCM Babat, H. Tamam Khoiruddin. Dalam materinya, ia mengutip pemikiran Morgen Witzel, penulis buku The Ethical Leader: Why Doing the Right Thing Can Be the Key to Competitive Advantage (Pemimpin yang Etis: Mengapa Melakukan Hal yang Benar Bisa Menjadi Kunci Keunggulan Kompetitif), yang menekankan bahwa kepemimpinan berbasis etika akan melahirkan organisasi yang unggul dan berdampak berkelanjutan.
Dengan dikukuhkannya PRM Perum BPWIR Pucakwangi dan dimulainya kepemimpinan baru di MIM 06 Tritunggal, diharapkan Muhammadiyah semakin menguatkan perannya dalam membangun umat, memajukan pendidikan, serta memakmurkan masjid sebagai pusat gerakan dan pembinaan masyarakat.
Penulis: Lady Al Jaatsiyah
Editor: FA


Komentar