muhammadiyahbabat.com – SMK Muhammadiyah 5 Babat menggelar kajian dalam rangka Milad Muhammadiyah ke-113 pada Rabu (18/11/2025) di halaman sekolah yang dipenuhi seluruh siswa, guru, serta tenaga kependidikan. Suasana hangat sekaligus khidmat tampak terasa sejak kegiatan dimulai, mencerminkan kekompakan keluarga besar Muhlibat yang sudah dikenal sebagai sekolah berciri khas gerakan berkemajuan. Lapangan sekolah yang luas dipenuhi oleh siswa sehingga menghadirkan kesan kekeluargaan yang kuat.
Pembukaan dan Harapan Memaknai Milad
Kegiatan dibuka oleh Muhtaris yang menyampaikan rangkaian acara sekaligus mengajak seluruh warga sekolah menjadikan milad sebagai momentum memperdalam keteladanan K.H. Ahmad Dahlan. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa semangat berkemajuan tidak mungkin tumbuh apabila lingkungan sekolah tidak dibangun dengan nilai-nilai kejujuran, kedisiplinan, dan sikap saling menghargai.
Muhtaris juga menambahkan bahwa Milad Muhammadiyah bukan sekadar prosesi peringatan, melainkan kesempatan bagi pelajar untuk menguatkan identitasnya sebagai generasi yang siap menghadapi perubahan zaman. Kalimat tersebut menggugah banyak siswa karena disampaikan dengan penjelasan yang mudah dipahami namun sarat makna perjuangan.
Kajian Inti: Nilai Keikhlasan dan Peran Pelajar Muhammadiyah
Memasuki sesi inti, kajian disampaikan oleh Ustadz Fuat Adhar, S.Ag., yang membahas nilai keikhlasan, etos belajar, serta peran pelajar Muhammadiyah di tengah tantangan era modern. Beliau mengingatkan bahwa keikhlasan adalah fondasi gerakan Muhammadiyah dan semangat tersebut harus terus dijaga oleh para pelajar, terutama dalam belajar dan berperilaku setiap hari.
Ustadz Fuat juga mengajak para siswa untuk memahami bahwa menjadi bagian dari sekolah Muhammadiyah bukan hanya identitas formal, tetapi juga tanggung jawab moral. Menurutnya, pelajar Muhammadiyah seharusnya bisa menunjukkan karakter santun, rajin, dan peduli lingkungan sosial karena nilai tersebut merupakan bagian dari dakwah yang diajarkan K.H. Ahmad Dahlan. Penjelasan tersebut diterima dengan antusias oleh para siswa yang tampak mendengarkan dengan penuh perhatian.
Antusiasme Peserta dan Makna Kebersamaan
Barisan siswa yang rapi serta fokus mengikuti seluruh rangkaian kegiatan menunjukkan tingginya antusiasme mereka. Banyak siswa menyampaikan bahwa kajian ini membantu mereka memahami makna milad bukan hanya sebagai perayaan rutin, tetapi sebagai upaya meneguhkan kembali jati diri persyarikatan.
Acara ditutup dengan doa bersama dan lantunan Mars Muhammadiyah yang dinyanyikan oleh seluruh peserta. Pada momen tersebut, rasa persatuan keluarga besar Muhlibat terlihat sangat kuat. Perbedaan kelas, jurusan, dan usia seakan hilang karena semua peserta menyatu dalam semangat Muhammadiyah yang membawa nilai-nilai kemajuan dan pencerahan.
Penulis : Galuh Kusuma Dewi
Editor : FA


Komentar