Dakwah dan Keislaman Kabar
Beranda » Berita » Pengajian Subuh PRM Babat Tengah Tekankan Konsistensi Beragama Berbasis Al-Qur’an dan Sunnah

Pengajian Subuh PRM Babat Tengah Tekankan Konsistensi Beragama Berbasis Al-Qur’an dan Sunnah

Pengajian Subuh Bersama Keluarga (SURGA) PRM Babat Tengah disampaikan oleh KH Abdul Hamid Muhanan Lc.

muhammadiyahbabat.com – Suasana religius menyelimuti kegiatan Pengajian Subuh Bersama Keluarga (SURGA) yang digelar Keluarga Besar Muhammadiyah dan Aisyiyah Babat Tengah, Cabang Babat, Kabupaten Lamongan. Kegiatan yang berlangsung pada Ahad (7/6/2026) tersebut diikuti jamaah dengan penuh kekhusyukan dan antusiasme.

Dalam pengajian tersebut, KH Abdul Hamid Muhanan Lc menekankan pentingnya konsistensi umat Islam dalam menjadikan Al-Qur’an dan Al-Hadis sebagai fondasi utama kehidupan. Ia menegaskan bahwa dua sumber ajaran tersebut merupakan pedoman yang tidak lekang oleh perubahan zaman.

Mengacu pada pesan Rasulullah SAW dalam Khutbah Haji Wada’, ia menyampaikan bahwa umat Islam telah dibekali warisan spiritual yang sangat jelas. Selama berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Al-Hadis, umat diyakini akan tetap berada di jalan yang lurus dan terhindar dari kesesatan.

Menurutnya, ajaran Islam melalui Al-Qur’an dan Al-Hadis tidak hanya mengatur aspek ibadah ritual, tetapi juga mencakup persoalan akhlak, hubungan sosial, ekonomi, serta kehidupan bermasyarakat. Karena itu, setiap keputusan hidup idealnya selalu dikembalikan kepada dua sumber utama tersebut.

Ia juga menyoroti peran Muhammadiyah dalam memberikan panduan praktis bagi warganya. Sebagai organisasi Islam yang berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah, Muhammadiyah telah menyusun berbagai pedoman yang membantu anggotanya mengamalkan ajaran Islam secara terarah dan kontekstual.

PCNA Babat Perkuat Konsolidasi Ranting dan Gaungkan Semangat Milad ke-95 Nasyiatul Aisyiyah

Di antara pedoman tersebut adalah Himpunan Putusan Tarjih yang memuat hasil ijtihad Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah, serta Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM). Kedua dokumen tersebut menjadi rujukan dalam menjalani kehidupan pribadi, keluarga, sosial, hingga kehidupan berbangsa dan bernegara.

Keberadaan pedoman-pedoman tersebut dipandang sebagai upaya menjaga identitas keislaman warga Muhammadiyah agar tetap kokoh di tengah dinamika zaman yang terus berkembang. Dengan bimbingan tersebut, warga diharapkan mampu bersikap adaptif tanpa kehilangan prinsip dasar ajaran Islam.

Melalui kesempatan itu, jamaah juga diajak untuk terus meningkatkan semangat mempelajari dan mengamalkan Al-Qur’an serta Al-Hadis dalam kehidupan sehari-hari. Pemahaman agama, menurutnya, tidak cukup berhenti pada tataran pengetahuan, tetapi harus tercermin dalam perilaku nyata.

Kegiatan Pengajian SURGA yang rutin diselenggarakan ini tidak hanya berfungsi sebagai forum kajian keagamaan, tetapi juga sebagai sarana mempererat ukhuwah Islamiyah di lingkungan Muhammadiyah dan Aisyiyah Babat Tengah. Setelah pengajian, acara dilanjutkan dengan sarapan bersama berupa rawon yang disiapkan oleh ibu-ibu Aisyiyah, dilengkapi aneka minuman hangat.

Penulis: M. Alim Akbar
Editor: Mr. M

Pacaran atau Taaruf? Membaca Ulang Makna Cinta dalam Islam Berkemajuan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *