
muhammadiyahbabat.com – Semangat membangun kader kepanduan yang tangguh dan berkarakter kembali ditegaskan oleh Kwartir Daerah (Kwarda) Hizbul Wathan Lamongan melalui penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Jaya Melati Lanjutan. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 13–15 Juni 2026, di Perguruan Muhammadiyah Sidokelar ini menjadi ruang pembinaan strategis bagi calon pemimpin kepanduan masa depan.
Pembukaan kegiatan dihadiri langsung oleh Ketua Kwartir Wilayah Hizbul Wathan Jawa Timur yang dijadwalkan menjadi pembicara. Kehadiran pimpinan wilayah tersebut memberikan motivasi tersendiri bagi peserta untuk meneguhkan komitmen kepanduan. Acara pembukaan juga didampingi oleh PDM Lamongan sebagai bentuk dukungan kelembagaan.
Melanjutkan Proses Pembinaan yang Berkesinambungan
Jaya Melati Lanjutan bukan sekadar pelatihan tatap muka, melainkan bagian dari rangkaian pembinaan yang telah dimulai sejak pertengahan Mei 2026 melalui pertemuan daring. Tahapan ini dirancang untuk memastikan peserta memperoleh pemahaman yang utuh, baik secara teoritis maupun praktis.
Peserta berasal dari berbagai Qobilah Hizbul Wathan se-Kabupaten Lamongan. Menariknya, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Lamongan juga turut ambil bagian sebagai bentuk sinergi antara dunia pendidikan dan gerakan kepanduan.
Menanamkan Jiwa Kepemimpinan dan Semangat Pengabdian
Hari pertama, peserta mendapatkan penguatan visi kepanduan serta pembinaan karakter kepemimpinan. Berbagai materi disampaikan secara interaktif melalui diskusi, simulasi, hingga studi kasus yang dekat dengan realitas organisasi.
Melalui pendekatan tersebut, peserta dilatih untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, manajemen organisasi, serta keterampilan mengambil keputusan yang efektif. Kompetensi ini dinilai penting untuk menghadapi dinamika pembinaan anggota di tingkat qobilah.
“Kepanduan bukan hanya tentang kegiatan lapangan, tetapi juga proses membentuk pribadi yang siap memimpin dan mengabdi kepada masyarakat,” menjadi semangat yang mewarnai setiap sesi pelatihan.
Menguatkan Nilai Islam dan Muhammadiyah dalam Kepanduan
Selain keterampilan teknis, Jaya Melati Lanjutan juga menitikberatkan pada penguatan ideologi Hizbul Wathan yang berlandaskan ajaran Islam dan nilai-nilai Muhammadiyah. Para peserta diajak memahami bahwa gerakan kepanduan merupakan sarana dakwah sekaligus media pembentukan karakter generasi muda.
Melalui refleksi dan pembelajaran mendalam, peserta diharapkan mampu mengintegrasikan nilai spiritual dengan praktik kepemimpinan yang berintegritas dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
Belajar dari Alam di Pantai Putri Klayar
Menjelang akhir kegiatan, peserta mengikuti eksplorasi edukatif di Pantai Putri Klayar. Agenda ini dirancang sebagai pembelajaran kontekstual yang memadukan pendidikan karakter dengan kecintaan terhadap lingkungan.
Dalam suasana alam terbuka, peserta menjalani berbagai aktivitas yang menumbuhkan kerja sama tim, ketangguhan, kepedulian sosial, dan kepemimpinan situasional. Pengalaman tersebut menjadi pelengkap dari materi yang telah diperoleh selama pelatihan.
Rencana Tindak Lanjut Jadi Tolok Ukur Keberhasilan
Sebagai penutup, seluruh peserta diwajibkan menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang akan diterapkan di qobilah maupun institusi masing-masing. RTL menjadi bentuk komitmen nyata peserta untuk mengimplementasikan hasil pelatihan secara berkelanjutan.
Melalui program ini, Kwarda Hizbul Wathan Lamongan berharap lahir kader-kader yang tidak hanya memahami konsep kepanduan, tetapi juga mampu menjadi penggerak perubahan di lingkungan organisasi dan masyarakat.
Komitmen terhadap pembinaan berkelanjutan menjadi bukti bahwa Hizbul Wathan Lamongan terus bergerak mencetak generasi pemimpin yang adaptif, berkarakter, dan berkemajuan.
Penulis: M. Alim Akbar
Editor: Ian Pasha





Komentar