Muhammadiyahbabat.com – SD Muhammadiyah 2 Babat menggalang dana infak untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana alam di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kegiatan tersebut mengikuti instruksi Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah melalui Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) kepada seluruh jajaran pimpinan, Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), serta takmir masjid di bawah Persyarikatan Muhammadiyah. Penggalangan dana berlangsung melalui infak salat Jumat pada Jumat (21/8/2026).
Aksi kemanusiaan tersebut menjadi respons atas gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah NTT pada Sabtu (15/8/2026). Musibah tersebut menggerakkan kepedulian warga SD Muda Babat untuk ikut meringankan beban masyarakat yang terdampak. Guru, siswa, dan warga sekolah bersama-sama mengumpulkan infak sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.
Guru Agama SD Muda Babat, Ustaz Ainul Yaqin, menjelaskan bahwa kegiatan penggalangan dana sudah menjadi bagian dari budaya kepedulian di lingkungan sekolah. Menurutnya, warga sekolah tidak hanya memberikan bantuan berupa materi, tetapi juga menyertakan doa bagi masyarakat yang menghadapi musibah. “Menyalurkan bantuan bukan sekadar donasi, tetapi ada doa tulus agar warga yang terdampak diberikan kekuatan dan kesabaran,” tuturnya.
Ainul Yaqin menambahkan bahwa kegiatan tersebut juga sejalan dengan program Gemar Berinfak yang rutin berlangsung setiap hari Jumat di SD Muda Babat. Program tersebut mengajak siswa untuk membiasakan diri berbagi dan membantu orang lain sejak usia dini. Melalui kebiasaan itu, sekolah berharap siswa memiliki kepekaan sosial dan memahami pentingnya membantu saudara yang mengalami kesulitan.
“Alhamdulillah, dana yang terkumpul untuk korban bencana alam di NTT sejumlah Rp3.956.000,” ujar Ainul Yaqin. Jumlah tersebut menunjukkan tingginya kepedulian warga SD Muda Babat terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan. Sekolah selanjutnya menyalurkan dana tersebut melalui mekanisme yang sesuai dengan koordinasi Lazismu dan Persyarikatan Muhammadiyah.

Kegiatan ini sekaligus menjadi pembelajaran nyata bagi siswa tentang nilai kepedulian, empati, dan gotong royong. Sekolah tidak hanya mengajarkan nilai tersebut melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga mengajak siswa mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. SD Muda Babat terus mendorong budaya berbagi agar siswa tumbuh sebagai generasi yang peduli terhadap sesama.
Penulis: Maghfiroh Hafifah Ramadhany
Editor: M. Alim Akbar





Komentar