AUM Kabar Pendidikan
Beranda » Berita » MBS Babat Melangkah ke Panggung Global: Staf Ahli Kemendikdasmen Dorong Nama IMBS Dipertahankan

MBS Babat Melangkah ke Panggung Global: Staf Ahli Kemendikdasmen Dorong Nama IMBS Dipertahankan

muhammadiyahbabat.com – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Babat bersama Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) PCM Babat memaparkan rencana pembangunan Muhammadiyah Boarding School (MBS) pada Sabtu (09/5/2025). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung Balai Sang Pencerah dan dihadiri berbagai unsur pimpinan serta tokoh pendidikan Muhammadiyah di wilayah Babat.

Acara ini menghadirkan Dr. Mariman Darto, Staf Ahli Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Turut hadir Fathurrahim Syuhadi selaku Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamongan, jajaran PCM Babat, Majelis Dikdasmen PCM Babat, serta perwakilan SMP Muhammadiyah 1 Babat.

Sesak di Satu Komplek, Solusinya Justru Berbentuk MBS

Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 1 Babat, M. Sande Ariawan, S.Pd., M.Pd., membuka pemaparan dengan slide perencanaan yang cukup padat. Inti masalahnya sederhana tapi nyata: satu komplek, tiga institusi berdesakan. PAUD Aisyiyah VI Babat dan SD Muhammadiyah 1 Babat berbagi lahan yang sama dengan SMP Muhammadiyah 1, dan kepadatan itu sudah lama menjadi catatan yang tidak bisa diabaikan. Maka MBS dihadirkan sebagai jawaban konkret atas persoalan itu.

Namun lebih dari sekadar solusi teknis bangunan, MBS dirancang sebagai ekosistem pendidikan yang membentuk karakter. Diharapkan oleh para penggagasnya, anak-anak yang kelak tinggal di asrama ini tumbuh dalam lingkungan yang positif sekaligus produktif. Santri MBS Babat sendiri sudah berjalan tiga tahun dan jumlahnya terus meningkat dari waktu ke waktu. Saat ini asrama putra telah bermukim di lingkungan sekolah, sementara asrama putri menempati rumah wakaf milik PCM Babat.

Paparan Perencanaan dan Latar Belakang Pembangunan

Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 1 Babat, M. Sande Ariawan, menyampaikan pemaparan perencanaan pembangunan MBS melalui presentasi terstruktur. Dalam penjelasannya, pembangunan MBS diarahkan untuk mengurangi kepadatan peserta didik di kompleks pendidikan yang saat ini masih satu lingkungan dengan PAUD Aisyiyah VI Babat dan SD Muhammadiyah 1 Babat.

dr. Siti Nuriyatus Zahrah Soroti Ancaman Gagal Ginjal Usia Muda dalam Milad ‘Aisyiyah ke-109 PCA Babat

Selain sebagai solusi keterbatasan ruang, MBS juga diharapkan menjadi alternatif pendidikan berasrama yang mampu menarik minat masyarakat. Lingkungan pendidikan yang positif dan produktif dinilai penting untuk membentuk karakter peserta didik secara menyeluruh. Hingga saat ini, program boarding yang telah berjalan memasuki tahun ketiga menunjukkan peningkatan jumlah santri secara konsisten.

Untuk sementara, asrama putra masih ditempatkan di lingkungan sekolah, sedangkan asrama putri bermukim di rumah wakaf milik PCM Babat. Skema tersebut diterapkan sambil menunggu realisasi pembangunan gedung MBS secara terpadu.

Sejarah Penamaan dan Arah Pengembangan

Di sela-sela pemaparan, Ketua PCM Babat Arif Rahman Saidi menunjukkan buku perencanaan pembangunan MBS. Ia menjelaskan bahwa pada tahap awal, lembaga ini dirancang dengan nama International Muhammadiyah Boarding School (IMBS). Namun, setelah melalui sejumlah pertimbangan strategis dan kontekstual, nama tersebut kemudian disederhanakan menjadi MBS.

Meski demikian, gagasan awal pengembangan berwawasan internasional masih menjadi bahan diskusi yang terus dikaji oleh pimpinan.

Masukan dan Pesan Tegas: Pertahankan IMBS

Dalam sesi tanggapan, Dr. Mariman Darto memberikan pesan strategis agar konsep internasional tetap dipertahankan. Menurutnya, penamaan IMBS justru membuka peluang pengembangan ke tingkat global apabila dibarengi dengan program unggulan, khususnya penguatan bahasa asing.

Memperingati Milad ke-109 ‘Aisyiyah, PCA Babat Gelar Seminar Kesehatan Ginjal

Ia menyarankan agar kurikulum MBS memasukkan penguasaan lima bahasa, yakni Bahasa Indonesia, Inggris, Arab, Mandarin, dan Jepang. Kerja sama dengan kedutaan besar negara terkait dinilai dapat memperluas jejaring dan daya saing lulusan, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga regional hingga internasional, termasuk Malaysia dan Singapura. Program tersebut disebut sejalan dengan prinsip kebijakan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Abdul Mu’ti.

Penutup dengan Doa Bersama

Sebagai penutup, acara diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Amrozi Mufidah. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat kebersamaan, mencerminkan komitmen Muhammadiyah Babat dalam memperkuat layanan pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan.

Penulis: M. Alim Akbar
Editor: FA

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *