muhammadiyahbabat.com -Upaya memperkuat sarana ibadah dan pusat dakwah Muhammadiyah terus digerakkan secara terencana dan kolektif. Hal tersebut tercermin dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Masjid PRM Trepan yang digelar pada Selasa (28/04/2026) pukul 16.00 WIB, bertempat di Gedung Dakwah Muhammadiyah Babat.
Rapat koordinasi ini dihadiri oleh berbagai unsur pimpinan dan lembaga di lingkungan Muhammadiyah, di antaranya Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Babat, Majelis Tabligh, Tarjih dan Tajdid (MTTT), Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM), Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Trepan, serta relawan dari wilayah Kebunagung. Kehadiran lintas unsur tersebut menunjukkan semangat kolaborasi yang kuat dalam mengawal agenda strategis persyarikatan.
Fokus Koordinasi dan Perencanaan Pembangunan
Agenda utama rapat difokuskan pada koordinasi pembangunan Masjid PRM Trepan yang direncanakan menjadi pusat kegiatan ibadah, pendidikan, dan dakwah masyarakat setempat. Selain itu, rapat juga membahas persiapan pendirian PRM baru di wilayah kerja PCM Babat sebagai bagian dari penguatan struktur organisasi Muhammadiyah di tingkat akar rumput.
Dalam rapat tersebut, berbagai aspek pembangunan masjid telah dibahas secara rinci, mulai dari kesiapan lahan, konsep bangunan, tahapan pembangunan, hingga strategi penggalangan dana yang realistis dan berkelanjutan. Sejumlah masukan strategis disampaikan oleh peserta rapat agar pembangunan masjid tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga mampu menghidupkan fungsi sosial dan keagamaan secara optimal.
Beberapa keputusan awal telah dirumuskan sebagai pedoman kerja bersama, sementara langkah-langkah lanjutan akan terus dikoordinasikan secara bertahap. Dengan perencanaan yang matang, pembangunan masjid diharapkan dapat berjalan efektif dan sesuai dengan kebutuhan warga Ranting Trepan.
Komitmen Pendampingan dari Majelis Tabligh
Ketua Majelis Tabligh, Tarjih dan Tajdid PCM Babat, Abdul Rohim, dalam kesempatan tersebut menegaskan komitmen penuh lembaganya dalam mendampingi proses pendirian masjid. Ia menyampaikan bahwa Majelis Tabligh siap terlibat aktif, baik dalam aspek pendampingan pembangunan maupun dalam upaya pencarian dan pengelolaan donatur.
Menurutnya, pembangunan masjid bukan hanya tentang mendirikan bangunan, melainkan juga membangun kesadaran jamaah dan menghidupkan gerakan dakwah yang berlandaskan nilai-nilai Islam berkemajuan. Pendampingan yang dilakukan akan diarahkan agar masjid benar-benar menjadi pusat pembinaan umat dan penguatan akidah masyarakat.
Dalam rapat itu ditegaskan pula bahwa sinergi antar lembaga harus terus dijaga. Oleh karena itu, koordinasi lintas majelis dan lembaga dipandang sangat penting agar setiap program yang direncanakan dapat berjalan selaras dan saling mendukung.
Langkah Awal Memperkuat Dakwah Ranting
Rapat koordinasi ini dinilai sebagai langkah awal yang strategis untuk mempercepat realisasi pembangunan Masjid PRM Trepan. Dengan adanya kesepahaman bersama, diharapkan proses pembangunan dapat segera dimulai sesuai dengan tahapan yang telah disepakati.
Melalui pembangunan masjid dan persiapan pendirian PRM baru, dakwah Muhammadiyah di wilayah Ranting Trepan diharapkan semakin menguat dan memberi manfaat luas bagi masyarakat. Program-program keagamaan, pendidikan, dan sosial nantinya akan dikembangkan secara bertahap dengan melibatkan partisipasi jamaah dan warga sekitar.
Rapat ditutup dengan penegasan komitmen bersama untuk terus berkoordinasi dan bekerja secara kolektif. Harapannya, Masjid PRM Trepan dapat segera terwujud sebagai pusat dakwah yang mencerahkan dan menjadi simbol kebersamaan dalam membangun peradaban Islam yang berkemajuan.
Penulis: M. Alim Akbar
Editor: FA


Komentar