muhammadiyahbabat.com – Dewan Kerabat Hizbul Wathan (DK HW) SMK Muhammadiyah 5 Babat menunjukkan semangat kaderisasi dan literasi dalam ajang Literacy Camp Joko Tingkir 2026 yang digelar Universitas Muhammadiyah Lamongan pada 8–10 Mei 2026.
Pada periode 2026/2027, DK HW SMK Muhammadiyah 5 Babat mengusung maskot bernama “Si Bara” sebagai simbol semangat, keberanian, dan daya juang kader Hizbul Wathan Muhlibat.
Kegiatan tersebut diikuti sejumlah qobilah Hizbul Wathan se-Jawa Timur dengan perwakilan regu putra dan putri dari masing-masing qobilah. Ajang itu menjadi wadah pengembangan literasi, kepemimpinan, serta kreativitas kader muda Muhammadiyah.
Ketua Kwartir Wilayah Hizbul Wathan Jawa Timur, Ramanda Fathurrahim Syuhadi, menyampaikan motivasi kepada pasukan Dewan Kerabat SMK Muhammadiyah 5 Babat agar memaksimalkan kesempatan selama mengikuti kegiatan.
Menurutnya, Literacy Camp 2026 menjadi momentum penting bagi para peserta untuk belajar dan mengembangkan kegiatan serupa di sekolah.
“Ikuti acara ini dengan maksimal, jaga kesehatan, dan ambil manfaat sebanyak-banyaknya untuk dibawa pulang serta dikembangkan di SMK Muhammadiyah 5 Babat. Semua itu membutuhkan kerja keras, kerja cerdas, terus berlatih, dan selalu belajar agar tidak tertinggal dengan yang lain,” ujarnya.
Pesan serupa disampaikan anggota Kwarda HW Lamongan, Mubaidah. Ia menekankan pentingnya menjaga kekompakan dalam kepengurusan Dewan Kerabat.
“Menjadi Dewan Kerabat di SMK Muhammadiyah 5 Babat adalah hal yang hebat. Semangat dan kepengurusan harus selalu kompak dan jangan sampai terjadi perpecahan. Dengan kerukunan itu, kalian bisa membawa Si Bara menjadi juara nasional,” tuturnya.
Dalam ajang Literacy Camp Joko Tingkir 2026, DK HW Muhlibat berhasil menorehkan prestasi dengan meraih Juara 1 Essay Putra dan Juara 2 Pionering Putri.
Pembina Dewan Kerabat Qobilah A.R. Fachruddin, Eva Susiana Agustin, mengaku bangga atas capaian para peserta didiknya.
“Semoga pada event berikutnya bisa lebih membara, tetap semangat, terus berlatih, dan selalu menjaga kekompakan,” ungkapnya.
Penulis: Muhammad Alif Editor: Lady Al Jaatsiyah


Komentar