muhammadiyahbabat.com – Komitmen SMK Muhammadiyah 5 Babat (Muhlibat) dalam mengintegrasikan pendidikan karakter dengan teknologi masa depan mendapat perhatian serius dari Pemerintah Pusat. Dr. Mariman Darto, S.E., M.Si., Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Talenta Kemendikdasmen RI, melakukan kunjungan kerja strategis ke Kampus 3 SMK Muhlibat yang berlokasi di Dusun Pereng, Gendongkulon, Kecamatan Babat, Lamongan, Sabtu (09/05/2026).
Kehadiran tokoh nasional yang juga merupakan unsur Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini disambut hangat oleh Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Babat, H. A. Arif Rahman Saidi, SE., MH., beserta jajaran Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Non-Formal (Dikdasmen PNF) PCM Babat.
Inovasi Berbasis Teknologi Masa Depan
Dalam kunjungan yang dimulai pukul 09.00 WIB, Dr. Mariman Darto melakukan survei mendalam terhadap infrastruktur dan program unggulan sekolah. Fokus utama peninjauan ini adalah melihat langsung implementasi pendidikan berbasis kompetensi Rekayasa Teknologi, terutama program konversi teknologi seperti Robotik, Artificial Intelligence (AI), dan Internet of Things (IoT).
“Kita ingin melihat bagaimana manajemen talenta di sekolah kejuruan dikelola. SMK Muhlibat menunjukkan progresivitas yang luar biasa dalam menjemput era Rekayasa Teknologi Industri 5.0 tanpa kehilangan pijakan pada nilai-nilai karakter Islami,” ujar Mariman di sela peninjauannya.
Harmonisasi Budaya Industri 5S dan Karakter
Tak sekadar kecanggihan teknologi, Staf Ahli Kemendikdasmen ini juga mengapresiasi penerapan Budaya Industri 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke) yang telah menjadi denyut nadi sekolah. Budaya Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin ini terlihat sangat menonjol di area bengkel otomotif serta fasilitas pembelajaran di Kampus 1, 2, dan 3.
Internalisasi budaya industri ini dinilai selaras dengan napas pendidikan Muhammadiyah yang menjunjung tinggi kedisiplinan dan etos kerja berkemajuan. Hal ini menciptakan ekosistem profesional bagi peserta didik maupun seluruh stakeholder tenaga pendidik di SMK Muhlibat.
Kampus 3: Pusat Peradaban Baru di Gendongkulon
Kawasan Pemukiman Muhammadiyah Gendongkulon, tempat Kampus 3 berdiri, turut mendapat catatan positif. Integrasi fasilitas pendidikan dengan lingkungan sosial persyarikatan dinilai mampu menciptakan pusat peradaban baru bagi kader Muhammadiyah yang edukatif dan produktif.
Ketua PCM Babat, Arif Rahman Saidi, menegaskan bahwa kunjungan ini menjadi suntikan motivasi bagi persyarikatan untuk terus berinovasi. “Kami ingin memastikan lulusan SMK Muhlibat bukan hanya ahli secara akademis dan kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki mentalitas industri yang kuat dan akhlak yang mulia,” tegasnya.
Kunjungan ditutup dengan diskusi terbatas mengenai pemetaan talenta dan kreativitas vokasi siswa. Harapannya, kader-kader Muhlibat mampu bersaing di pasar kerja global tanpa kehilangan jati diri sebagai kader Islam Berkemajuan.
Reporter: Mr. M
Editor: M. Ardiansyah


Komentar