Dakwah dan Keislaman Kabar Pendidikan
Beranda » Berita » Kajian Rutin SMK Muhammadiyah Babat Tekankan Kesalehan Sosial sebagai Wujud Iman

Kajian Rutin SMK Muhammadiyah Babat Tekankan Kesalehan Sosial sebagai Wujud Iman

Kajian Rutin SMK Muhammadiyah Babat Tekankan Kesalehan Sosial sebagai Wujud Iman

muhammadiyahbabat.com – Kesalehan seorang muslim tidak cukup diukur dari banyaknya ibadah Kepada Allah SWT semata, melaikan juga dari sejauh mana kepedulian sosialnya terhadap sesame saudara umat (Manusia). Kajian Rutin Bulanan Tenaga Pendidik dan Kependidikan SMK Muhammadiyah Babat.disampaikan oleh Ustadz Drs. Anwar, M.Pd, selaku Jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu (13/5/2026) pukul 10.30 WIB, bertempat di Ruang Meeting Kampus 1 SMK Muhammadiyah 5 Babat yang diikuti oleh seluruh jajaran Pimpinan SMK beserta Ka.Program Keahlian, Guru dan Staff tenaga kependidikan.

Dalam kajiannya, Ustadz Anwar menegaskan bahwa Islam mengajarkan keseimbangan antara hablum minallah (hubungan dengan Allah) dan hablum minannas (hubungan dengan Sosial dengan sesama / manusia). Menurutnya, ibadah yang hanya berorientasi pada ritual kepada Allah SWT tanpa diiringi kepedulian sosial akan kehilangan makna substansial (hakikat yang paling mendasar).

“Kesalehan tidak boleh berhenti di sajadah. Iman harus tercermin dalam akhlak, kepedulian, dan tanggung jawab sosial,” ujarnya.

Ia mengutip QS Ali Imran ayat 112 yang menegaskan pentingnya menjaga hubungan dengan Allah sekaligus hubungan dengan sesama manusia. Ayat tersebut, menurutnya, menjadi landasan bahwa kemuliaan seorang mukmin tidak hanya ditentukan oleh ibadah personal, tetapi juga kontribusi sosialnya.

Dikdasmen PCM Babat Monitoring PSAJ ISMUBA Kelas VI, SD Muhammadiyah 2 Babat Teguhkan Komitmen Mutu Pendidikan

Civitas SMK Muhammadiyah 5 Babat Mengikuti Kajian rutin

Spirit Al-Ma’un dalam Kehidupan Beragama

Lebih lanjut, Ustadz Anwar menyinggung QS Al-Ma’un yang menyebut pendusta agama sebagai mereka yang mengabaikan anak yatim dan tidak mendorong kepedulian terhadap fakir miskin. Hal ini, menurutnya, menjadi kritik terhadap praktik keberagamaan yang kering dari empati sosial.
“Allah tidak langsung menyebut pendusta agama sebagai orang yang tidak shalat, tetapi mereka yang tidak peduli pada kaum lemah,” jelasnya.
Spirit Al-Ma’un tersebut, lanjutnya, merupakan ruh gerakan Muhammadiyah sejak awal berdiri, yang menempatkan dakwah tidak hanya dalam bentuk Kajian Dakwah, tetapi juga aksi nyata di bidang sosial, pendidikan, dan kemanusiaan (bersosial masyarakat).

Empat Pesan Rasulullah

Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Anwar juga menyampaikan empat pesan Rasulullah yang harus dijaga oleh seorang muslim sebelum wafat. Pertama, menjauhi sifat hasad dan kebencian karena dapat menghapus amal kebaikan. Kedua, menghindari kesombongan dan merasa paling benar atau paling pintar.
Ketiga, menumbuhkan kasih sayang kepada sesama. Rasulullah menegaskan bahwa iman seseorang belum sempurna hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri. Keempat, berbuat baik kepada keluarga, baik keluarga inti maupun keluarga sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
“Kita semua adalah keluarga Allah. Maka memperbaiki hubungan sosial adalah bagian dari ibadah,” tuturnya.

Meneguhkan Nilai Islam Berkemajuan

Kajian rutin ini menjadi bagian Kajian Bulanan dari upaya SMK Muhammadiyah 5 Babat dalam menanamkan nilai-nilai Islam Berkemajuan kepada seluruh pendidik dan tenaga kependidikan. Melalui penguatan spiritual dan Kepedualian sosial bermasyarakat, diharapkan para pendidik mampu menjadi teladan yang baik bukan hanya dalam profesionalitas kerja dan Beribadah, melainkan juga dalam akhlak dan kepedulian sosial.

Penulis: lutfi d.s
Editor: FA

Stafsus Mendikdasmen Dr. Mariman Darto, S.E, M.Si Launching Buku Guru Bukan Beban Negara Karya Fathurrahim Syuhadi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *